About

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

About Me

Foto Saya
TM"irfan boy's"TM
Lihat profil lengkapku

Senin, 20 Februari 2012

10 alasan utama

10 Alasan Utama Mengapa Anda Harus Bangga Sebagai Blogger

bangga
Ketika Anda menceritakan kepada teman, pacar, atau keluarga bahwa Anda seorang blogger, reaksi mereka mungkin biasa saja dan bahkan menyepelekan. Sebagian dari mereka berkata bahwa blogger bagus untuk mengisi waktu luang. Yang lainnya menyarankan agar Anda fokus pada pekerjaan sekarang atau mencari pekerjaan nyata.
Anda mungkin stres dan kehilangan motivasi ngeblog mendengar respon mereka itu. Namun, jangan khawatir, tegakkan kepala Anda dan katakanlah kepada mereka bahwa Anda bangga sebagai blogger.
Mengapa?
Inilah 10 alasan utamanya.
1. Anda mampu menulis
Banyak orang yang tidak suka menulis. Mereka lebih senang membaca atau menonton. Sebagai blogger, Anda berbeda dari mereka.
Anda mampu menulis karena salah satu syarat menjadi blogger adalah senang menulis.
Tulisan Anda memang tidak atau belum sebaik sastrawan dan wartawan, namun Anda tetap saja unggul dari mereka yang hanya mampu membaca dan menonton.
2. Anda tahu ilmu marketing
Disadari atau tidak, sebagai blogger Anda tahu ilmu pemasaran (marketing). Hal ini dicerminkan dari cara Anda membuat judul tulisan yang menarik minat baca pengunjung, mempromosikan diri melalui postingan tamu, memberikan komentar berkualitas saat blog walking, membuat sales letter, SEO, dan sebagainya.
Pengetahuan marketing Anda tersebut mungkin tidak sehebat Tung Desem Waringin, namun Anda tetap layak mendapat bintang karena banyak orang yang tidak familiar marketing.
3. Anda melek perkembangan teknologi terbaru
Sekarang ini kita hidup di era informasi, di mana teknologi informasi berkembang secara cepat. Sebagai blogger, Anda tentunya melek perkembangan teknologi itu.
Sebagai contoh, Anda membuat tutorial dalam format video dan mengunggahnya ke Youtube. Anda menggunakan Twitter untuk berkicau dengan pengikut Anda. Atau, Anda menggunakan Facebook untuk mempromosikan blog Anda.
Semua teknologi itu harus membuat Anda bangga karena, sekali lagi, tidak semua orang mampu menggunakannya.
4. Anda seorang peneliti
Sebagai blogger, Anda tidak hanya sekadar menulis namun harus juga melakukan riset online. Ini bisa berupa mencari kata-kata kunci yang sekiranya banyak dicari pengunjung dan menghasilkan profit bagi Anda. Selain itu, Anda juga kerap mencari informasi-informasi penting untuk masalah yang melanda blog Anda.
Pada tahap ini, Anda telah menerapkan prinsip penelitian yang biasa dilakukan para ilmuwan. Ya, Anda seorang peneliti tanpa gelar doktor atau profesor!
5. Anda memiliki jaringan luas

Dengan siapa Anda telah menjalin kerja sama di kehidupan nyata? Berapa banyak kolega Anda tersebut?
Dengan menjadi blogger, Anda memperluas jaringan ini tanpa batas. Anda bisa bekerja sama dengan blogger bule, blogger pemula, atau pun blogger senior.
6. Anda dikenal masyarakat luas
Anda kenal Raditya Dika? Ya, dia adalah salah seorang selebriti blogger Indonesia saat ini yang memiliki ratusan ribu pengikut Twitter. Dia juga menjadi pemeran di sebuah acara TV swasta.
Dengan menjadi blogger, Anda bisa dikenal luas oleh masyarakat dan bahkan diwawancarai oleh radio, koran, dan TV seperti yang dialami Zizi Damanik dari TehSusu.com.
Bandingkan bila Anda bukan seorang blogger, apakah Anda akan dikenal masyarakat luas?
7. Anda menerapkan ilmu psikologis
psikologis
Anda tentu tahu bahwa mencari pelanggan RSS itu sulit. Anda juga paham bahwa membuat pengunjung betah dan kembali lagi ke blog Anda itu tidak semudah membalikkan telapak tangan.
Di sinilah Anda menerapkan ilmu psikologis yaitu dengan mempelajari perilaku pengunjung Anda via statistik blog (tulisan terpopuler, bounce rate, waktu tinggal, dan sebagainya). Dari statistik tersebut, Anda mengidentifikasi kebutuhan pengunjung dan menyajikannya sebagai tutorial atau informasi bermanfaat.
Sekali lagi, apa yang Anda lakukan tersebut tidak mudah dan tidak semua orang mau melakukannya.
8. Anda punya fans
Tahu Justin Bibier? Saya yakin Anda mengetahuinya. Anda juga pasti melihat bagaimana fans remaja fenomenal ini rela mengantri dan berdesak-desakkan untuk menonton sang idola.
Sebagai blogger, Anda juga punya fans yaitu pelanggan RSS atau newsletter. Terlepas dari banyak atau sedikitnya pelanggan Anda, mereka setia menanti tulisan Anda. Mereka ingin tahu tips apa yang akan Anda informasikan.
9. Anda bisa kaya raya
Anda bisa kaya raya dari ngeblog. Tidak percaya? Silakan lihat 10 blogger yang menghasilkan uang milyaran rupiah tiap tahun. Fakta ini menunjukkan bahwa blogger juga bisa kaya seperti para pengusaha atau investor.
10. Anda disiplin
Apa jadinya bila blog Anda tidak di-update dan terbengkalai? Tentunya trafik dan penghasilan turun, bukan? Ini akan membuat Anda disiplin membuat postingan, membalas komentar, dan sebagainya. Kedisiplinan Anda ini tentunya poin penting karena masih banyak orang yang tidak disiplin.
Kesepuluh alasan di atas adalah sebagian kecil alasan yang membuat Anda bangga sebagai blogger. Alasan lain bisa Anda jumpai dari aktivitas ngeblog Anda sehingga Anda benar-benar percaya diri mengatakan kepada orang-orang: Saya seorang blogger!

Kamis, 12 Januari 2012

Jenis-jenis kepemimpinan

1. jenis Kepemimpinan Kharismatis
Tipe kepemimpinan karismatis memiliki kekuatan energi, daya tarik dan pembawaan yang luar biasa untuk mempengaruhi orang lain, sehingga ia mempunyai pengikut yang sangat besar jumlahnya dan pengawal-pengawal yang bisa dipercaya. Kepemimpinan kharismatik dianggap memiliki kekuatan ghaib (supernatural power) dan kemampuan-kemampuan yang superhuman, yang diperolehnya sebagai karunia Yang Maha Kuasa. Kepemimpinan yang kharismatik memiliki inspirasi, keberanian, dan berkeyakinan teguh pada pendirian sendiri. Totalitas kepemimpinan kharismatik memancarkan pengaruh dan daya tarik yang amat besar.

2. Jenis Kepemimpinan Paternalistis/Maternalistik
Kepemimpinan paternalistik lebih diidentikkan dengan kepemimpinan yang kebapakan dengan sifat-sifat sebagai berikut: (1) mereka menganggap bawahannya sebagai manusia yang tidak/belum dewasa, atau anak sendiri yang perlu dikembangkan, (2) mereka bersikap terlalu melindungi, (3) mereka jarang memberikan kesempatan kepada bawahan untuk mengambil keputusan sendiri, (4) mereka hampir tidak pernah memberikan kesempatan kepada bawahan untuk berinisiatif, (5) mereka memberikan atau hampir tidak pernah memberikan kesempatan pada pengikut atau bawahan untuk mengembangkan imajinasi dan daya kreativitas mereka sendiri, (6) selalu bersikap maha tahu dan maha benar.
Sedangkan tipe kepemimpinan maternalistik tidak jauh beda dengan tipe kepemimpinan paternalistik, yang membedakan adalah dalam kepemimpinan maternalistik terdapat sikap over-protective atau terlalu melindungi yang sangat menonjol disertai kasih sayang yang berlebih lebihan.

3. Jenis Kepemimpinan Militeristik
Tipe kepemimpinan militeristik ini sangat mirip dengan tipe kepemimpinan otoriter. Adapun sifat-sifat dari tipe kepemimpinan militeristik adalah: (1) lebih banyak menggunakan sistem perintah/komando, keras dan sangat otoriter, kaku dan seringkali kurang bijaksana, (2) menghendaki kepatuhan mutlak dari bawahan, (3) sangat menyenangi formalitas, upacara-upacara ritual dan tanda-tanda kebesaran yang berlebihan, (4) menuntut adanya disiplin yang keras dan kaku dari bawahannya, (5) tidak menghendaki saran, usul, sugesti, dan kritikan-kritikan dari bawahannya, (6) komunikasi hanya berlangsung searah.

4. Jenis Kepemimpinan Otokratis (Outhoritative, Dominator)
Kepemimpinan otokratis memiliki ciri-ciri antara lain: (1) mendasarkan diri pada kekuasaan dan paksaan mutlak yang harus dipatuhi, (2) pemimpinnya selalu berperan sebagai pemain tunggal, (3) berambisi untuk merajai situasi, (4) setiap perintah dan kebijakan selalu ditetapkan sendiri, (5) bawahan tidak pernah diberi informasi yang mendetail tentang rencana dan tindakan yang akan dilakukan, (6) semua pujian dan kritik terhadap segenap anak buah diberikan atas pertimbangan pribadi, (7) adanya sikap eksklusivisme, (8) selalu ingin berkuasa secara absolut, (9) sikap dan prinsipnya sangat konservatif, kuno, ketat dan kaku, (10) pemimpin ini akan bersikap baik pada bawahan apabila mereka patuh.

5. jenis Kepemimpinan Laissez Faire
Pada tipe kepemimpinan ini praktis pemimpin tidak memimpin, dia membiarkan kelompoknya dan setiap orang berbuat semaunya sendiri. Pemimpin tidak berpartisipasi sedikit pun dalam kegiatan kelompoknya. Semua pekerjaan dan tanggung jawab harus dilakukan oleh bawahannya sendiri. Pemimpin hanya berfungsi sebagai simbol, tidak memiliki keterampilan teknis, tidak mempunyai wibawa, tidak bisa mengontrol anak buah, tidak mampu melaksanakan koordinasi kerja, tidak mampu menciptakan suasana kerja yang kooperatif. Kedudukan sebagai pemimpin biasanya diperoleh dengan cara penyogokan, suapan atau karena sistem nepotisme. Oleh karena itu organisasi yang dipimpinnya biasanya morat marit dan kacau balau.

6. jenis Kepemimpinan Populistis
Kepemimpinan populis berpegang teguh pada nilai-nilai masyarakat yang tradisonal, tidak mempercayai dukungan kekuatan serta bantuan hutang luar negeri. Kepemimpinan jenis ini mengutamakan penghidupan kembali sikap nasionalisme.

7. Jenis Kepemimpinan Administratif/Eksekutif
Kepemimpinan tipe administratif ialah kepemimpinan yang mampu menyelenggarakan tugas-tugas administrasi secara efektif. Pemimpinnya biasanya terdiri dari teknokrat-teknokrat dan administratur-administratur yang mampu menggerakkan dinamika modernisasi dan pembangunan. Oleh karena itu dapat tercipta sistem administrasi dan birokrasi yang efisien dalam pemerintahan. Pada tipe kepemimpinan ini diharapkan adanya perkembangan teknis yaitu teknologi, indutri, manajemen modern dan perkembangan sosial ditengah masyarakat.

8. Jenis Kepemimpinan Demokratis
Kepemimpinan demokratis berorientasi pada manusia dan memberikan bimbingan yang efisien kepada para pengikutnya. Terdapat koordinasi pekerjaan pada semua bawahan, dengan penekanan pada rasa tanggung jawab internal (pada diri sendiri) dan kerjasama yang baik. kekuatan kepemimpinan demokratis tidak terletak pada pemimpinnya akan tetapi terletak pada partisipasi aktif dari setiap warga kelompok.
Kepemimpinan demokratis menghargai potensi setiap individu, mau mendengarkan nasehat dan sugesti bawahan. Bersedia mengakui keahlian para spesialis dengan bidangnya masing-masing. Mampu memanfaatkan kapasitas setiap anggota seefektif mungkin pada saat-saat dan kondisi yang tepat.